Sunday, February 18, 2018

KISAH PARA NABI DAN RASUL SEBARKAN SYAHADAH LAILAHAILLALLAH

Kisah Nabi Yakub alaihissalam menangis kehilangan anak dan kaitan dengan LailahaillAllah – Cara motivasi diri bagi ibu bapa terutamanya kehilangan anak

Nabi Yakub alaihissalam adalah putera Nabi Ishak bin Ibrahim dan ibunya bernama Rifqah binti A’zar. Nabi Yakub alaihissalam mempunyai saudara kembar bernama Al-Aish. Diriwayatkan Nabi Yakub lebih disayangi ibunya. Atas sebab itu, Nabi Ishaq alaihissalam lebih menyayangi Aish, kerana kurang senang dengan sikap isterinya.
Pada suatu ketika, Nabi Ishak alaihissalam meminta Aish untuk mencarikannya seekor rusa. Namun, sebelum Aish berburu, terlebih dahulu ibunya telah pun menyuruh Nabi Yakub alaihissalam. Ketika melayani ayahnya, Nabi Ishak alaihissalam pun mendoakaan Nabi Yakub alaihissalam, “Mudah-mudahan Engkau (Ya Allah) menurunkan nabi-nabi dan raja-raja”. Mengetahui hal itu, Aish yang mempunyai rasa iri hati, bersikap lebih dingin terhadap Nabi Yakub alaihissalam. Aish sering menyindir karena merasa dengki terhadap Nabi Yakub alaihissalam.
Bimbang dengan perkara tersebut Nabi Ishak alaihissalam, menyuruh Nabi Yakub alaihissalam agar berhijrah ke Fadan A’raam untuk menemui bapa saudaranya bernama Laban bin Batu’il. Setelah berhari-hari Nabi Yakub alaihissalam, melewati padang pasir, lalu tibalah Nabi Yakub alaihissalam di kota tersebut.
Baginda bertanya kepada salah satu penduduk tentang kediaman Laban bin Batu’il. Penduduk tersebut menunjuk ke arah Rahil seorang gadis yang cantik jelita, yang kebetulan merupakan puteri kedua, Laban bin Batu’il.
Setelah memperkenalkan diri kepada Rahil, Nabi Yakub alaihissalam diajak untuk bertemu dengan ayahnya Laban bin Batu’il. Dalam pertemuan tersebut Nabi Yakub alaihissalam menyampaikan pesan dari ayahnya, agar mereka berdua menjadi besan dengan menikahkan salah satu puteri Laban dengan Nabi Yakub alaihissalam.
Laban menyetujui pesanan tersebut dengan syarat Nabi Yakub alaihissalam, perlu menggembalakan haiwan ternak miliknya selama tujuh tahun. Nabi Yakub alaihissalam bersetuju memenuhi syarat tersebut. Maka setelah tujuh(7) tahun berlalu, Nabi Yakub alaihissalam menagih janjinya pada Laban. Laban pun menjodohkan Nabi Yakub alaihissalam dengan puteri pertamanya bernama Laiya. Namun, Nabi Yakub alaihissalam mahu menikahi Rahil. Gadis pertama yang dijumpai, saat berada di kota Fadan A’raam.
Disebabkan itu, Laban pun menyarankan Nabi Yakub alaihissalam agar menikahi Laiya terlebih dahulu. Setelah itu, baginda diizinkan untuk menikahi Rahil sebagai isteri kedua dengan syarat bahawa Nabi Yakub alaihissalam harus bersedia menggembala haiwan ternak milik Laban selama tujuh(7) tahun.
Untuk pengetahuan, pada zaman Nabi Yakub alaihissalam, belum ada larangan untuk menikahi adik-beradik dalam satu masa hingga diturunkannya surat Annisa ayat 23.
ALLAH swt berfirman, “Diharamkan atas kamu (mengahwini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapamu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu isterimu (mertua), anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengahwininya, (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkahwinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Nabi Yakub alaihissalam akhirnya, bernikah dengan kedua-dua puteri dari bapa saudaranya iaitu Laban bin Batu’il. Pada saat itu Laban menghadiahkan kepada kedua-dua puterinya seorang pembantu perempuan bernama Zulfa dan Bahlah. Beberapa tahun kemudian Nabi Yakub alaihissalam menikahi kedua-dua pembantu rumah tangga tersebut. Baginda memiliki 12 orang anak dari keempat-empat isterinya. Salah satunya adalah Nabi Yusuf alaihissalam dari isterinya bernama Rahil.
Nabi Yusuf alaihissalam merupakan anak kesayangan Nabi Yakub alaihissalam, sehingga mengakibatkan adik-beradiknya dengki terhadap Nabi Yusuf alaihissalam. Pada suatu hari, adik-beradiknya merancang untuk membuang Nabi Yusuf alaihissalam dari kehidupan mereka. Mereka mengatur strategi untuk menyingkirkan Nabi Yusuf alaihissalam. Akhirnya rancangan mereka berjaya dengan menyebabkan Nabi Yusuf alaihissalam terjatuh di dalam sebuah sumur.
yakub, kisah nabi yaakub, rasul Allah menyampaikan syahadah lailahaillallah
Sejak saat itu, Nabi Yakub alaihissalam dirundung kesedihan yang berpanjangan karena kehilangan putera tercintanya iaitu Nabi Yusuf alaihissalam. Sepanjang hari baginda menangisi kehilangan Nabi Yusuf alaihissalam dan akhirnya Nabi Yakub alaihissalam menjadi buta.
Sebagaimana tertulis dalam al-Quran, Surah Yusuf, ayat 84, “Dan (bapa mereka – Nabi Yaakub alaihissalam) pun berpaling dari mereka (kerana berita yang mengharukan itu) sambil berkata: Aduhai sedihnya aku kerana Yusuf, dan putihlah dua belah matanya disebabkan ratap tangis dukacitanya kerana ia orang yang memendamkan marahnya di dalam hati.


Persoalannya apa kaitan kisah ini dengan kalimah LailahaillAllah? Apakah kefahaman tentang wahyu yang ALLAH turunkan kepada setiap Rasul ALLAH, (Nabi Yakub as) “Sesungguhnya tiada ILAH melainkan AKU.”?
Ayat penuh, Surah Anbiya’ ayat 25, ALLAH berfirman,
“Dan Kami tidak mengutus sebelummu (wahai Muhammad ﷺ) seseorang Rasul pun melainkan Kami wahyukan (segala intipati, rahsia, keajaiban, maksud, ilmu, kefahaman tentang ilah) kepadanya, “Bahawa sesungguhnya tiada ILAH melainkan AKU, oleh itu, beribadatlah kamu kepadaKu””
Kesedihan itu, fitrah manusia, namun, apakah maksud ilah dari kalimah LailahaillAllah, yang dapat difahami dari kisah Nabi Yakub alahissalam ini?
tangan berdoa
Nabi Yakub alaihissalam sedar hanya dapat berdoa dan mengadu semata-mata kepada ALLAH swt, “Sesungguhnya hanya kepada Allah aku adukan kesusahanku dan kesedihanku” (Surah Yusuf: ayat 86)
Namun, bagaimana praktikal dari ilmu LailahaillAllah, yang Allah wahyukan dan ajarkan kepada setiap Rasul ALLAH, dapat menguatkan diri Nabi Yakub alaihissalam, melalui dugaan ini?
Bagaimana kisah ini menjadi satu motivasi diri, buat ibu bapa yang kehilangan anak?
Sangat penting syahadah LailahaillAllah untuk motivasi diri agar dapat menuju ke jalan ALLAH, dalam kehidupan ini. Disebabkan itu, ALLAH memerintahkan umat Islam di dalam Surah Muhammad Sollallahualaihiwasalam agar, “(ketahui dengan) Pelajarilah, sesungguhnya tiada ILAH melainkan ALLAH”

Sehinggalah, beberapa tahun kemudian, Nabi Yakub alaihissalam mendengar khabar dari anak-anaknya yang kemungkinan Nabi Yusuf alaihissalam putera tercintanya masih hidup. Nabi Yusuf alaihissalam yang sebelumnya telah bertemu dengan saudara-saudaranya yang iri dengannya, memerintahkan mereka untuk memberikan gamisnya kepada Nabi Yakub alaihissalam dan diusapkan ke wajah Nabi Yakub alaihissalam, agar ayahnya kembali dapat melihat. Atas izin ALLAH swt, Nabi Yaqub alaihissalam pun dapat melihat kembali dan berkumpul dengan keluarganya di Mesir.
syahadah nabi yakub kehilangan anak
Marilah bersama kita pelajari ilmuNya, sebagai bekalan menghadapi dunia akhir zaman. Terlalu banyak kes kehilangan anak pada masa kini. Bukan sahaja ibu bapa menjadi risau, malah masyarakat sendiri semaikin rasa tidak harmoni. Tafakur dan ambillah pengajaran, apakah sebenarnya teguran ALLAH buat kita!

0 comments:

Post a Comment